19.4.14

Traffic in Jakarta Causes Bad Effects for Us


Traffic in Jakarta? Well, sudah mendengar kata macet saja kita sudah lelah mendengarkannya apalagi terjebak didalamnya? Kemacetan di Jakarta sudah lama terjadi karena banyaknya warga-warga diluar Jakarta hijrah, katanya sih untuk mencari peruntungan disini. Akibatnya mental-mental orang semakin keras, semakin kasar dan tidak peduli dengan satu sama lain. Lama kelamaan sifat manusiawi akan sirna karena efek samping akibat kemacetan yang semakin hari semakin parah. 

Our soul will turn bad because of traffic? Benar sekali, lama kelamaan kemacetan di Jakarta akan mempengaruhi psikologi bagi warganya. Mengapa tidak? Bayangkan saja, Anda harus bangun pagi dan pulang malam agar tidak terjebak macet. Alhasil, waktu untuk istirahat pun kurang, dan emosipun menjadi tidak stabil. Kita pun akan sering marah-marah, beban pikiran, dan akan muncul malas bekerja atau gangguan jiwa, karena tidak tahan akan situasi yang ada. 

Pada saat itu, saya sedang naik taksi dan kami pun terjebak macet. Karena saya pribadi adalah pengemudi mobil, saya pun merasa stress melihat kemacetan Jakarta yang tiada hentinya. Padahal ini sudah malam. Kemudian, pengemudi taksi itu pun bercerita bahwa sebenernya ia sudah sangat lelah menghadapi kemacetan. Tapi apa daya, Ia harus bertahan untuk melangsungkan kehidupannya. Mendengarkan, supir itu bercerita saya hanya mengangguk-angguk saja, karena saya tidak tahu harus berkata apa. Nada suaranya sangat dalam dan benar-benar berada di tahap dimana supir itu sudah depresi. Saya pun berfikir bahwa kejiwaan warga Jakarta lama-lama akan terguncang.

Lain halnya berita yang sedang marak di kalangan social media saat kini. I bet you all know about Dinda?  Yes, mostly people in Indonesia hate her. Dikatakan bahwa Dinda kesal dengan etika dimana yang lebih muda harus mengalah tempat duduk didalam kereta api demi ibu-ibu hamil. Menurutnya, ibu-ibu hamil tidak boleh manja karena semuanya juga berebutan untuk mendapatkan tempat duduk. Bisa dilihat sekilas, bahwa hati nurani Dinda sudah memudar karena kerasnya Jakarta yang semakin diluar batas. Mungkin Dinda sudah bertahun-tahun melawan kerasnya Jakarta didalam kereta. Berdesakan, berebutan tempat duduk sehingga membentuk hati yang batu tidak peduli dengan sesama. Sama halnya, di jalanan Jakarta yang sesak, penuh dengan kendaraan baik pribadi maupun umum. 

Dari dua hal contoh diatas, sudah menunjukkan bahwa kemacetan di Jakarta benar-benar membuat hati maupun psikologis warga semakin tidak wajar. Semuanya hanya mementingkan diri sendiri tidak melihat orang lain. Bahkan ada yang tidak mematuhi rambu lalu lintas demi sampai di tujuan tepat waktu. So there's any solution of this? Jawabannya tidak tahu. Karena jumlah warga di Jakarta semakin tahun semakin naik. Mungkin, kota-kota besar di Indonesia harus dimajukan kembali dan disetarakan seperti Jakarta. Sehingga, para warga diluar daerah tidak hijrah untuk mengadu nasib di ibu kota Indonesia. Apa jadinya Jakarta 5 tahun kedepan jika tidak ada perubahan? 

* Tulisan ini ditulis hanya untuk mengeluarkan pandangan penulis saja tanpa maksud untuk menjelekan Jakarta. For me, I still love Jakarta because I was born and grow up in here. I hope Jakarta be better in 5 years!!

* For fashion readers, I'll upload my lookbook soon. So, wait  for it guys!! 

Please follow my other social media account:
Instagram: @divandagitadesiani
Lookbook: www.lookbook.nu/divandagitadesiani
Facebook: www.facebook.com/divandagitadesiani (please write that you are my followers on blogger, so i'll accept it)
Bloglovin: please klik my link on the sidebar. :D


10 comments:

Koosandriyani Retno Prabandari said...

Yang jelas macet2 kalo kumpul tetep jalan yah div hahaha :*

Koosandriyani Retno Prabandari said...

Yang jelas walaupun macet kalo kumpul tetep hayuk yah Div...ahahahaha :*

MD Ayomi said...

yup setuju bgt..karena kemacetan yg keseringan, lambat laun psikologi warga jakarta berubah..tingkat kestresan jg meningkat..
menurut saya itu karena jumlah penduduk indonesia yang banyak dan tidal merata..semua orang ingin hid up di ibu kota..bingung emang harus gmn..

hahaha..ok..anyway nice post dark..

^_^

^_^

visit my blog..
Centrum Style
or
mdayomi Bloglovin

http://lookbook.nu/mdayomi


Katherine Unique said...

I love the way you create posts! Thank you to share them with us!
Your words are so ... inspiring! Thank you that you are! :-*
You are my inspiration!




Regards,
Katherine Unique


Maja K said...

I live in small town and I'm grateful for that. I hate traffic jam and I can't even imagine how it is in bigger cities ;)
If you'd like to follow each other (gfc, bloglovin), just let me know. xx Maja

http://modern-muffin.blogspot.com/

Milex said...

Well done!

InĂªs de Castro said...

Hello, nice blog, would you like to follow each other? :)

Fashion gets Fierce.

Aga Bierko said...

very nice blog :)

http://agabierkophotography.blogspot.com/

Suvarna Gold said...

Thanks for the lovely comment :)
Very cool blog!!

Coco Colo said...

Interesting

http://coco-colo.blogspot.de/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...