15.2.12

What If I don't deserve it ...

This is just my story. 


Mungkin aku bukan seseorang yang sempurna. Namanya juga manusia. Setiap aku mengutarakan sesuatu aku selalu ditentang. Mungkin aku salah. Apa mereka yang salah? Memang aku terlihat seperti ini. Tapi aku bukan sesuatu yang seperti kaleng kosong. Aku selalu penuh dengan cairan berwarna warni, aku bisa seperti mereka. Even aku hanya seorang wanita bodoh diantara mereka. 


Aku menemukan sesuatu yang aku ingin. Tetapi tidak ada yang percaya padaku kalau aku bisa. Balik lagi, mungkin aku hanya seorang wanita bodoh. 


Mungkin aku selalu berkesimpulan sendiri. Tapi apakah kesimpulan itu selalu salah? Atau mereka yang tidak mau disalahkan? Aku hanya meminta sekali, tetapi kenapa seakan aku salah sepenuhnya? Apa karena aku terbiasa sendiri ketika meminta bantuan orang lain, semua orang menatapku tidak tahu malu atau manja?


Manja. Satu kata yang tidak suka disebut didepan mataku. Aku hanya minta sekali. Aku pikir aku pantas mendapatkannya. Karena yang lain begitu. Tapi ternyata salah, I don't deserve it. Mereka pikir mereka yang lainnya telat karena aku? jadi mereka lainnya tidak ingin mewujudkannya lagi untukku. Apa karena mereka lainnya melihat yang lain tidak seperti itu? Aku tidak mengerti. Atau hanya aku lagi - lagi berkesimpulan sendiri? Aku tidak tahu. Mungkin aku bisa salah, mungkin aku bisa benar.


Dulu, aku pernah seperti ini. Aku meminta yang menurutku aku pantas mendapatkannya ketika aku sakit. Tapi? Apa jadinya? Mereka marah dan bilang aku menyusahkan. Padahal aku sedang sakit. Apa aku salah meminta? Atau aku hanya tidak pantas mendapatkannya? Setelah itu, walaupun aku sakit aku tidak pernah meminta apapun ke mereka. 


Dan karena kemarin, aku berpikir. Mungkin sudah saatnya aku akan selalu sendiri. Walaupun kita akan bertemu. Aku tahu karena aku selalu menyusahkan untukmu. Dan aku tahu, mereka bilang seperti itu hanya ke aku saja. Karena? I deserve it. 

4 comments:

Agus Hery said...

Lebih baik memang lakuin sendiri saja, jgn terlalu byk mengharap ke yg lain kan?

Divanda Gitadesiani said...
This comment has been removed by the author.
Divanda Gitadesiani said...

iya. but actually, how strong we are, we are afraid to being alone. :(

Agus Hery said...

kita dah terbiasa ga sendiri dr mulai tinggal di bumi kali ya...
eh met valentine yaa....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...